Anti Corruption Summit, Pertemuan Akbar Pegiat Anti Korupsi

Anti Corruption Summit, Pertemuan Akbar Pegiat Anti Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara akbar Anti Corruption Summit (ACS) yang diadakan pada tanggal 23-24 Oktober 2018 di Makassar. Dalam acara tersebut, KPK mengundang 150 orang yang terdiri dari perwakilan Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) dari berbagai universitas di Indonesia, pemimpin pegiat anti korupsi, peserta paper anti korupsi terbaik, komunitas perempuan anti korupsi, dan pegiat-pegiat anti korupsi lainnya. Mahfud MD sebagai pakar hukum pun diundang. Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh La Ode Syarif sebagai wakil ketua KPK dan Gubernur Sulawesi Selatan. Acara akbar ini menjadi sebuah agenda tahunan ketiga yang rutin diadakan oleh KPK untuk terus menggiatkan anti korupsi di berbagai sector.

Sariyatul Ilyana, general manager Generasi Cerdas Keuangan tahun 2017 pun turut menghadiri acara tersebut. Sebelum mengikuti acara ACS, Ilyana mengusulkan sebuah paper bersama Dr. Ratna Candra Sari (Pembina Generasi Cerdas Keuangan), Dr. Puji Yanti Fauziah (Dosen PAUD UNY), dan Erry Eka Kurniawan (Ahli Elektronika) mengenai robot anti korupsi. Paper tersebut menjadi paper terbaik dalam ACS sehingga diundang untuk turut presentasi di rangkaian acara ACS. Pada tanggal 22 Oktober 2018, Ilyana mempresentasikan paper mengenai robot anti korupsi di rangkaian acara ACS, yaitu Seminar Jurnal Integritas KPK yang diadakan di Universitas Patria Artha, Makassar. Dalam seminar tersebut, dihadiri oleh Rektor Universitas Patria Artha, Walikota, Dosen, tamu undangan, dan juga mahasiswa. Terdapat 4 presenter, dan salah satunya adalah Ilyana. Di hari selanjutnya, Ilyana mengikuti agenda ACS bersama dengan peserta lainnya.

Pada hari pertama ACS, peserta dihadirkan pemateri-pemateri pakar anti korupsi seperti Mahfud MD, La Ode Syarif, dan Kepala-kepala pusat kajian anti korupsi. Pada hari kedua, ACS mengadakan diskusi-diskusi terfokus mengenai isu-isu anti korupsi. Isu-isu yang dibahas diantaranya adalah penyusunan program tata kelola perguruan tinggi, gerakan anti korupsi melalui media massa dan media social, gerakan anti korupsi berbasis masyarakat, peran perempuan dalam pemberantasan korupsi, kajian akademis sebagai dasar kebijakan publik, dan insersi nilai anti korupsi dalam tri dharma perguruan tinggi. Pertemuan akbar ini diharapkan dapat menjadi ajang kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat sipil untuk mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *