Beberapa Kesalahan Milenial dalam Mengelola Keuangan

Oleh Misbahul Munir

Volunteer Generasi Cerdas Keuangan (GCK) Divisi Creative and Education

(CnE)

Kehidupan generasi muda masa kini memang sangat jauh berbeda dengan kehidupan generasi muda zaman dulu. Generasi muda saat ini, atau yang disebut juga dengan generasi milenial, mempunyai budaya hidup yang sangat praktis, ingin serba instan, tanpa mau ribet dengan proses yang panjang.

Gaya hidup generasi milenial saat ini cenderung ingin menunjukkan eksistensi diri. Lihat saja, dalam menghabiskan uangnya, mereka lebih sering ‘nongkrong-nongkrong cantik’ di kafe mahal bersama teman-temannya atau pergi berlibur di tempat wisata yang indah, tanpa lupa mengamankan momen tersebut dengan berselfie ria, kemudian mengunggahnya di sosial media. Kamu yang milenial, pasti juga pernah begitu kan? Sudah mengaku saja.

Pertanyaannya, salahkah pola hidup milenial yang demikian itu? Tidak juga, selagi mereka bisa mengelola keuangan sebaik mungkin. Sebab, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, sebagaimana diberitakan oleh Kumparan.com (25/01/2019), menunjukkan bahwa keuangan generasi milenial lebih memprihatinkan dibandingkan dengan generasi sebelumnya karena buruknya kemampuan dalam pengelolaan keuangan. Maka dari itu, penting bagi milenial untuk mengetahui pola pengelolaan keuangan yang baik dan benar.

Menurut Hudiyanto, Direktur Perlindungan Konsumen OJK, ada beberapa kesalahan milenial dalam pengelolaan keuangan. Pertama, sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Salah satu penyebab utama buruknya pengelolaan keuangan milenial adalah mereka sulit, atau bahkan tidak bisa membedakan mana barang yang mereka butuhkan dan mana barang yang mereka inginkan. Ketika sedang memiliki uang di awal bulan, semua barang ingin dibeli, entah itu barang yang memang mereka butuhkan atau hanya sekedar mereka inginkan. Begitu sampai menjelang akhir bulan, uang sudah habis sehingga mereka tidak bisa membeli barang yang mereka butuhkan.

Kedua, mudah berhutang. Ini akibat dari tidak bisa membedakan mana barang yang mereka butuhkan dan mana barang yang mereka inginkan. Ketika uang sudah habis untuk membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, menyebabkan mereka mudah meminjam uang karena kepepet. Apa kamu juga pernah begitu?

Ketiga, susah menabung. Milenial susah menabung dikarenakan pada umumnya mereka tidak ‘kuat menahan’ nafsu untuk berbelanja. Terlebih kalau ada promo atau cashback sedikit saja dari barang tertentu, bungkus sudah. Atau ada tempat makan atau nongkrong baru yang lagi hits, langsung mengajak temen-temennya untuk segera ke sana.

Agar tidak terjebak dalam kesalahan-kesalahan di atas, maka kita sebagai milenial harus mengetahui pola pengelolaan keuangan dengan baik. Dengan mengetahui pengelolaan keuangan yang baik, meski dengan dana terbatas, seorang milenial seharusnya bisa memilah mana kiranya barang yang dibutuhkan atau tidak. Sehingga, tetap masih bisa nongkrong-nongkrong di kafe dan tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *