Cara Ampuh Untuk Mahasiswa Mengelola Keuangan Saat Ramadhan 

Hayoo pasti temen-temen pada senang ya, menyambut bulan ramadhan? Tentunya hampir seluruh umat muslim senang apabila bulan suci ini sudah datang, tak terkecuali para mahasiswa. Apabila bulan ramadhan telah tiba biasanya jadi pertanda bahwa libur panjang sudah di depan mata dan kebanyakan mahasiswa rantau pasti akan pulang kampung. Selama bulan ramadhan ini tak bisa dipungkiri apabila pengeluaran dirasa cukup menguras kantong mahasiswa. Kira-kira apa sih masalahnya? Mulai dari banyak ajakan buka bersama, tergiur dengan berbagai jajanan untuk berbuka, tertarik diskon baju lebaran, dan juga banyak belanja kebutuhan selama ramadhan. Lalu gimana sih cara menghadapi itu semua, tapi kantong tetap aman? Yuk, kita simak cara-cara berikut ini:

Cara menghadapi ajakan buka bersama

Salah satu yang khas dari bulan ramadhan adalah ajakan untuk buka bersama. Tujuan dari buka bersama adalah untuk menjalin silaturahmi atau untuk kumpul seru-seruan. Tapi masalahnya buka bersama sering berujung dengan pemborosan. Nah, untuk itu ada beberapa cara agar kalian bisa menghadapinya. Pertama, prioritaskan ajakan yang diberikan oleh teman. Kita tidak harus selalu memenuhi semua ajakan. Tolaklah secara halus ajakan yang anda rasa tidak menjadi prioritas. Apabila ingin buka bersam, berdiskusilah dengan teman kalian soal tempat makannya. Pilihlah yang pas dengan kantong kalian. Jangan memaksakan jika dirasa terlalu mahal. Jadi, sebaiknya dianggarkan diawal keuangan anda untuk menghadapi setiap ajakan agar tidak out of budget.

Belanja makanan untuk berbuka dan sahur

Saat waktu mendekati adzan magrib biasanya mudah tergiur dengan berbagai jajanan yang terlihat di depan mata. Akibatnya sering “kalap” atau jajan berlebihan untuk menu berbuka. Nah, untuk terhindar dari jajan terlalu banyak itu kita harus bisa menahan hawa nafsu saat berbuka. Ingatlah bahwa jika makan berlebihan akan menggangu ibadah di bulan ramadhan. Selain itu untuk menghindari jajan diluar bisa dilakukan dengan masak di kos-kosan bersama teman-teman selain bisa meningkatkan keakraban antar satu sama lain, hal tersebut juga bisa menekan budget kalian. Sisa makanan berbuka juga bisa disimpan untuk menu sahur sehingga lebih irit untuk menu sahur.

Belanja kebutuhan selama ramadhan

Buatlah list kebutuhan selama ramadhan, agar saat belanja, keuangan dapat terkontrol sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan saat bulan ramadhan pasti akan terasa lebih banyak dibanding kebutuhan di bulan-bulan lainya. Karena saat ramadhan kita harus menjaga asupan makanan yang bisa menambah daya tahan tubuh saat puasa. Selain itu, biasanya mahasiswa memiliki cadangan makanan instan untuk sahur, sarden, kornet, dan mie instan. Terkadang hal ini membuat keuangan menjadi bengkak dan berpengaruh pada kebutuhan lain di luar belanja kebutuhan selama ramadhan.

Belanja pakaian dan kue menjelang lebaran

Kita perlu membuat skala prioritas dan mengendalikan diri dengan memilah mana kebutuhan dan keinginan agar tidak “kalap” ketika belanja pakaian lebaran maupun kue lebaran. Departement store akan berlomba-lomba memberikan diskon terbaik menjelang lebaran. Banyaknya diskon tentu membuat kita tergiur untuk membeli barang-barang menjelang lebaran. Oleh karena itu, kita perlu membuat anggaran khusus belanja menjelang lebaran agar pengeluaran yang dibelanjakan sesuai kebutuhan saja, sehingga keuanganmu tetap aman terjaga.

Nah itu tadi adalah cara ampuh untuk kalian para mahasiswa dalam mengelola keuangan saat ramadhan. Semoga bisa bermanfaat dan membantu dalam mengendalikan keuangan agar tetap cukup hingga lebaran tiba.

Penulis: Dzikra Azahra & Anissa Arum Lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *