Manajemen Financial Untuk Mahasiswa

Manajemen  Financial Untuk Mahasiswa

Kehidupan anak perantauan terutama mahasiswa, jika kehidupannya tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik dan tidak memiliki visi dan misi dalam manajemen keuangan ibarat suatu petualangan pendakian didalam hutan yang terus berjalan melangkahkan kaki mendaki hingga mencapai puncak, namun ditengah hutan tersadar bahwa bekal sudah habis, sementara perjalanan mencapai puncak masih panjang . Bagi banyak mahasiswa membuat perencanaan keuangan pribadi menjadi hal yang tidak mengasikkan. Kenapa ? karena dilihat sebagai hal yang membatasi suatu kebebasan dan banyak mahasiswa yang menganggapnya hal yang sangat rumit untuk membuat anggaran pribadi. Sikap tak acuh ini justru sering kali bermuara pada penyesalan di kemudian hari.

Ditengah-tengah generasi millenial yang amat sosial, saat ini penting untuk kembali mengevaluasi atas apa yang sudah kita lakukan dalam manajemen keuangan. Bahkan generasi millenial sering terjebak dengan yang katanya sosial. Sosialita kehidupan serba mewah yang katanya penting untuk memenuhi kebutuhan sosial. Sekali lagi semoga kita tidak terjebak dalam menentukan antara kebutuhan dan keinginan.

Bahkan di media sosial, contohnya instagram. Jika ingin melihat mahasiswa yang serba kaya maka lihatlah dari dunia instagramnya. Storynya sedang jalan-jalan ke luar negeri, makan di buffet, ngerjain tugas di cafe, merayakan hari ulang tahun di hotel, acara engagement menggunakan jasa Event Organiser  yang begitu mewah dan meet up dengan teman-teman di Mall.  Padahal semua kegiatan yang katanya sosial dapat dilakukan dengan cara sederhana dan nyaman. Tidak perlu gemerlap mewah yang mendominasi peningkatan konsumtif dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya jika ditelisik lebih dalam, kegiatan sosialita dimedia sosial bukanlah tentang konteks bertahan hidup mahasiswa diperantauan, namun itu hanya pemaksaan untuk pengakuan status. Bahwasannya “ Aku mampu mengikuti life style masa kini”. Jika generasi millenial tidak terlalu mengikuti hawa nafsu sosialita, maka generasi mellenial tetap akan bertahan hidup bahkan menjadi hal positif untuk manajemen keuangannya. Perencanaan keuangannya yaitu dengan rajin menabung, sehingga nantinya sederhanakan penampilan dan kaya akan masa depan. Kekayaan diperoleh dari kesabaran menabung, dengan menabung kita akan mampu mewujudkan dunia sosial yang sebenarnya, yaitu membatu sekelompok orang dari sedekah yang kita berikan sebagai investasi akhirat.

Berbicara tentang manajemen financial untuk mahasiswa, mahasiswa yang sering mengharapkan uang kiriman bulanan dari orang tua. Maka tak heran jika mendengar bahkan melihat secara langsung tragedi manajemen keuangan mahasiswa yang amburadul, akhir bulan uang menipis. Ketika tragedi ini terjadi maka tak heran jika mahasiswa harus makan sehari cuman dua kali. Ini prihal salah dan akan mengganggu kesehatan, jika ingin hemat bukan berarti harus mengurangi jumlah jadwal makan dalam sehari. Namun yang harus dipahami dan di praktikkan adalah mengelola keuangan dengan baik. Berikut tips memanajemen keuangan untuk bertahan hidup sebagai mahasiswa perantauan :

  1. Tentukan kebutuhan rutin yang dibutuhkan apa-apa saja

Buat daftar kebutuhan untuk biaya makan sehari-hari, antara hari ini dengan hari selanjutnya usahakan tidak ada perbedaan anggaran untuk biaya makan. Buat daftar belanja kebutuhan perlengkapan dapur, perlengkapan mandi, kosmetik. Daftar pengeluaran biaya sewa kos, dan biaya listrik, paket data internet serta biaya mengerjakan tugas kuliah. Anggaran untuk biaya bulanan ini sekitar 55% dari total kiriman uang perbulan yang diterima dari orang tua. Tujuan dari manajemen keuangan pada point pertama ini agar mahasiswa mampu stabil dan bijak terhadap uang, jangan sampai kaya di awal bulan dan miskin di akhir bulan.

  1. Jangan terlalu mengikuti life style masa kini

Hiduplah sederhana, cukup menjadi bagaimana diri mu sendiri tidak perlu mengikuti orang lain. Ingat masa depan, jika life style masa kini manjadi tuntutan dalam beberapa point. Maka bolelah kita membuat anggarannya 5%  saja dari total kiriman uang perbulan yang diterima dari orang tua.

  1. Simpan khusus uang untuk biaya tidak terduga

Sebagai mahasiswa kita juga harus cerdas bahwa hidup ini banyak kejadian-kejadian yang tidak terduga, bahkan kejadian yang kita tidak mampu meramalkannya tentang bagaimana yang terjadi di masa kedepan nantinya. Maka dari itu perlunya menyimpan uang untuk biaya tidak terduga.  Fungsi dari anggaran biaya ini, jika kita sedang sakit, mendadak kita harus pergi keluar kota, mendadak ada beberapa barang yang harus dibeli dan sangat dibutuhkan. Nah, ketika kita sudah membuat perencanaan ini, jika hal-hal yang tidak terduga terjadi maka kita tidak perlu meminjam pinjaman uang dari pihak manapun karna kita sudah mempersiapkannya. Anggaran untuk biaya bulanan ini sekitar 10% dari total kiriman uang perbulan yang diterima dari orang tua

  1. Simpan uang untuk tujuan investasi akhirat

Kita sebagai makhluk yang percaya akan agama kita masing-masing, bahwa kita percaya bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, akhirat lah kekal untuk dihuni. Maka dari itu jika memanajemen segala sesuatu hal selalulah untuk ingat akhirat. Menyimpan uang untuk tujuan investasi akhirat contoh pengeluarannya seperti : menjenguk teman yang sedang sakit, berinfak dimesjid, menyumbangkan uang kepada para korban bencana, bahkan juga bisa untuk meminjamkan uang kepada teman yang membutuhkan. Anggaran untuk biaya bulanan ini sekitar 10% dari total kiriman uang perbulan yang diterima dari orang tua.

  1. Tabung uang untuk rencana jangka panjang

Sebagai mahasiswa yang selalu mengharapkan uang dari orang tua, tapi jangan salah bahwasannya mahasiswa juga bisa memiliki tabungan. Menabung itu bukan hanya untuk mereka yang sudah bekerja. Menabung merupakan untuk orang-orang yang cerdas, cerdas dalam mempersiapkan masa depannya. Mahasiswa bisa menabung dalam bentuk tabungan rekening. Fungsi dari tabungan ini bisa dijadikan modal untuk kita membuka usaha. Memiliki usaha sambil kuliah. Bahkan tabungan ini juga bisa untuk kegiatan setelah selesai lulus dari kuliah untuk modal kita hidup mandiri tanpa minta uang dari orang tua lagi ketika kamu menunggu panggilan kerja. Anggaran untuk biaya bulanan ini sekitar 20% dari total kiriman uang perbulan yang diterima dari orang tua.

Demikian beberapa tips jitu tentang manajemen financial untuk mahasiswa, semoga berhasil, semangat menjadi mahasiswa yang bijak memperlakukan uang. – Wulan Dari (Divisi Media Generasi Cerdas Keuangan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *