Manajemen “Ngutang”

Manajemen “Ngutang”

Kita pasti pernah dihadapkan pada situasi saat kita sedang kekurangan uang. Berbagai cara seperti membuka celengan, mencari uang terselip di buku atau pakaian, menjual barang berharga sudah dilakukan namun masih kurang. Solusi terakhir untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengutang atau meminjam uang kepada teman. Tentunya, mengutang harus dilakukan dengan beretika agar tidak merusak pertemanan. Beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan agar bisa mendapatkan pinjaman dari teman.

Pertama, bangun suasana yang kondusif. Tidak etis apabila kita tiba-tiba datang langsung meminjam uang, sehingga sebelum meminjam uang alangkah baiknya membangun suasana yang kondusif terlebih dahulu. Suasana tersebut dapat dibangun dengan basa-basi seperti menanyakan pengalaman teman hari kemarin, menceritakan hal konyol yang dialami bersama teman, dan lain sebagainya. Membuat teman merasa nyaman dengan percakapan kita merupakan hal penting, dengan demikian kita dapat bergerak ke tahap selanjutnya.

Kedua, utarakan alasan mengutang dengan jelas. Waktu yang tepat untuk mengutang adalah saat mood teman sudah terlihat cukup baik. Saat mengutang, utarakan juga asalan mengutang dengan jelas. Alasan tersebut haruslah meyakinkan bahwa kita sangat membutuhkan uang. Namun, perlu diingat kita tidak boleh memaksa teman untuk meminjamkan uangnya. Apabila kita berhasil mengutang padanya, tidak lupa ucapkan “terima kasih” dengan sungguh-sungguh.

Ketiga, bayar utang secepatnya jika sudah ada uang untuk mengembalikan. Berusahalah untuk segera melunasi utang meskipun teman tersebut belum menagihnya. Kita akan membangun kepercayaan teman dengan kita membayar utang lebih cepat. Sehingga, saat kita menjumpai situasi serupa, ia tidak ragu untuk meminjamkan uangnya kepada kita. Bila perlu beri hadiah sebagai tanda terimakasih. Menyisipkan hadiah ketika melunasi hutang pun penting. Hadiah yang dimaksud dapat berupa menambahkan anggaran dari utang, membelikan makanan, dan lain-lain. Hadiah tersebut merupakan bentuk terima kasih dan etika kita.

Cara-cara mengutang yang sudah dijelaskan tentu dapat dipraktikkan menyesuaikan keadaan teman kita. Meskipun begitu, sebaiknya kita tidak menjadikan utang sebagai solusi atau bahkan kebiasaan. Sebab kalau terlalu sering ngutang, akan menjadi penanda kalau kita tak pandai dalam mengelola kebutuhan. Jika bisa mengelola kebutuhan dengan baik, sebenarnya kita tak perlu ngutang pada teman, sebab segala kebutuhan sudah direncanakan dengan rapi. Kecuali jika memang benar-benar mendesak dan tak ada pilihan lain.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar kita tak terjerat dalam kebiasaan ngutang. Pertama, sebagaimana yang telah dibahas di muka, yaitu kita bisa menghindar dari ngutang dengan mengelola kebutuhan sebaik mungkin. Aturlah prioritas kebutuhan kita. Kira-kira mana yang harus dibeli dan yang tidak. Lalu sesuai dengan pemasukan yang kita miliki. Jangan sampai uang kita dihabiskan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Kedua, mulailah menabung. Hal ini penting dilakukan bila sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak. Jika kita punya uang tabungan, maka tak perlu kita repot-repot untuk ngutang.

Dengan demikian, mulailah menyisihkan sedikit uang kita untuk ditabung dan membuat skala prioritas. Sehingga, kita terhindar dari perilaku yang terlalu konsumtif dan kebutuhan pokok kita dapat terpenuhi tanpa harus mengutang. Sebenarnya kita bisa meminimalkan ngutang asalkan kita bisa memanaj-nya, yang dalam tulisan ini saya sebut sebagai manajemen “ngutang”. – Rosetti Hana M.

Referensi:
Junaidi, H, 2017, Ini Cara Ngutang ke Teman yang Sopan dan Beretika, http://nulis.co.id/?p=3034, diakses tanggal 17 Mei 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *