Sekarang atau Nanti

Sekarang atau Nanti

Hai para milenials. Bagaimana kabar keuangannya nih? Masih sehat atau sudah 4L (lemah, letih lesu, dan lunglai)? pastinya masih sehat dong dan akan selalu sehat terus ke depannya. Beberapa waktu lalu teman-teman dari GCK sudah menceritakan banyak hal terkait dengan keadaan milenials serta hal-hal apa yang sebaiknya dilakukan milenials. Sekarang kita akan melihat ke salah satu bagian dari hal tersebut yaitu menabung atau berinvestasi.

Teman-teman pasti sudah pernah menabung kan? sudah dari kecil dulu mungkin dibiasakan oleh kedua orang tua untuk menabung di sekolah. Sampai-sampai ada lagunya “Bang bing bung yuk, kita ke bank. Bang bing bung yuk kita nabung. Tang ting tung hei jangan dihitung. Tahu-tahu kita nanti dapat untung”. Lagu ini dibuat oleh bu Titiek Puspa dan dipopulerkan oleh Saskia dan Geofanny. Siapa sih anak generasi jaman 90an yang tidak tahu lagu ini. Tapi apakah kita sudah mengerjakan hal tersebut yaitu menabung.

Coba deh kita lihat ke tabungan kita sekarang. Kebanyakan kegiatan menabung dilakukan hanya ketika ada sisa dari pendapatan bulanan yang dimiliki. Padahal sejatinya menabung itu bukan disisakan, tetapi menabung itu adalah disisihkan, karena jika kita menuruti nafsu untuk menyisakan, maka yang terjadi adalah tidak akan ada sisa uang yang bisa ditabung.

Paling tidak ketika kita menabung, carilah alasan agar kita menjadi semangat untuk melakukannya seperti untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan tetapi kita tidak bisa mendapatkannya secara langsung. Contohnya kita ingin membeli kamera yang tidak murah atau membeli gawai dengan spesifikasi yang cukup tinggi. Bahkan mungkin kita menabung untuk persiapan menikah. Itu merupakan dorongan yang cukup kuat.

Tetapi terkadang menabung saja tidak cukup. Karena ketika kita hanya menabung maka jumlah uang yang kita miliki tidak bertambah atau hanya segitu-segitu saja. Meskipun di beberapa bank memberikan tingkat suku bunga yang cukup tinggi tetapi dengan nilai tabungan kita yang kecil maka hal itu tidak akan terasa. Maka kita juga perlu untuk berinvestasi sejak kini.

Ada banyak jenis investasi yang murah dan cukup di kantong mahasiswa atau bahkan pelajar. Contohnya adalah saham atau juga investasi di sektor riil. Saham bisa kita mulai investasi dengan dana yang tidak terlalu besar atau hanya berkisar Rp 100.000. Jika kita coba sisihkan uang yang kita miliki sebulan sebanyak Rp 100.000 dan kita investasikan maka kita bisa mendapatkan uang yang lebih dari yang kita miliki di akhir tahun. Begitu juga investasi di sektor riil seperti salah satu contohnya melalui tanifund.com dimana kita bisa ikut berpartisipasi dalam menyediakan modal bagi para petani sehingga mereka bisa bercocok tanam dan di akhir waktu kita akan mendapatkan bagi hasil dari keuntungan yang didapatkan.

Jadi, menabung atau berinvestasi itu tidak perlu menunggu ketika kita sudah menjadi orang kaya, pemikiran seperti ini sangat salah. Karena sebenarnya investasi bisa dimulai sejak dini dan kini meskipun modal yang kita miliki masih minim. Sekarang mari menabung atau berinvestasi agar masa depan yang kita miliki dapat terjamin.

Penulis: Fitra Prasapawidya Purna (Ketua GCK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *