Tips dan Trik Mengelola Keuangan Bagi Generasi Milenial

Tips dan Trik Mengelola Keuangan Bagi Generasi Milenial

Generasi milenial hidup dengan kemajuan teknologi dan informasi yang juga dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, cepat belajar, dan memiliki gaya hidup dinamis. Dengan adanya gadget dan smartphone, generasi milenial bisa melakukan apapun dan dari mana saja. Misalnya, belanja melalui e-commerce, menggunakan jasa transportasi, menghubungi teman lewat chatting atau video call.

Namun, beberapa generasi milenial masih belum paham bagaimana mengatur finansial mereka dengan baik. Mereka seringkali traveling, belanja, dan hangout yang mana kegiatan itu berakibat membuang-buang uang untuk hal-hal tidak penting. Kebanyakan generasi milenial lebih memilih menghamburkan uangnya daripada untuk menabung, selain itu juga tidak memperhitungkan keperluan jangka panjang hingga keperluan yang bersifat dadakan atau darurat. Tak salah jika para milenial masih sulit mengatur keuangan.

Keuangan menjadi salah satu pondasi yang penting di dalam kehidupan, terutama untuk masa yang akan datang. Pengelolaan keuangan yang tepat tentunya akan berdampak baik pula untuk kehidupan anda di masa yang akan datang. Berikut beberapa tips yang dapat digunakan para milenial untuk bisa mempersiapkan keuangan di masa depan yang lebih baik, diantaranya:

1. Membuat Akun Tabungan Khusus

Sekarang ini setiap individu setidaknya harus memiliki minimal dua akun. Satu akun berfungsi sebagai tabungan, sementara akun lainnya sebagai rekening berjalan. Bila perlu, pisahkan lagi akun tabungan sesuai tujuan, seperti cicilan rumah atau biaya menikah. Simpanlah kartu debit untuk akun tabungan di rumah dan tidak perlu dibawa dalam dompet.

2. Minimalisir Penggunaan Kartu Kredit

Tips menabung satu ini sangat krusial. Jangan sekali-sekali berpikir untuk memiliki lebih dari satu kartu kredit karena hanya akan membuatmu terbiasa berhutang, padahal kamu tidak akan selalu bisa atau mampu membayar tagihannya.

3. Bawa Bekal

Membawa bekal adalah alternatif yang sangat baik demi mengatur pengeluaran isi dompet. Tidak usah malu untuk membawa bekal dari rumah ke sekolah, kampus, atau bahkan tempat kerja. Bekal itu tidak harus berupa nasi dan lauk pauknya, kamu bisa membawa buah-buahan, roti, kue atau camilan yang ada di rumah. Kamu juga perlu bawa bekal minum di botol sehingga tidak perlu lagi membeli minum diluar.

4. Memanfaatkan Cashback

Sekarang, beli berbagai macam hal bisa dapat cashback. Mulai dari pulsa, kuota internet, bahkan kebutuhan sehari-hari seperti baju, makanan, atau produk perawatan tubuh. Terutama kalau belanja di online marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kumpulkan dan manfaatkan cashback pada saat kamu tidak punya banyak sisa uang jajan untuk dibelanjakan. Tapi perlu diingat jangan jadikan dengan memperoleh Cashback malah membuat kamu menjadi gila belanja online.

5. Jalan-Jalan di luar Musim Liburan

Tips menabung untuk generasi milenial yang hobi jalan-jalan yaitu membeli tiket dari jauh-jauh hari dan pergi saat off-season (di luar tanggal merah atau waktu liburan sekolah). Biasanya, tiket perjalanan yang dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya jauh lebih terjangkau dan ada banyak promo, sehingga kamu bisa berhemat dan menabung sisa dana untuk hal-hal lain. Selain itu, pergi saat off-season tentunya lebih enak karena lokasi wisata tidak terlalu ramai oleh wisatawan.

6. Investasi

Sekarang ini pilihan investasi makin beragam sehingga nasabah bisa pilih sesuai risiko dan keuntungan. Investasi adalah cara mudah untuk menjamin dirimu tetap punya pemasukan di masa depan, meski sudah tidak bekerja atau punya sumber penghasilan tetap.

Investasi konvensional namun tahan terhadap krisis adalah investasi dalam bentuk emas atau perhiasan. Apalagi sekarang sudah ada layanan tabungan emas. Mulai dari nilai yang paling rendah hingga nilai yang paling tinggi. Selain investasi emas, kamu juga bisa investasikan dalam bentuk reksa dana. Enaknya lagi reksa dana sangat murah dan mudah. Kamu bisa pilih jangka waktu pendek, menengah atau jangka waktu yang panjang.

7. Menitipkan Uang Tabungan ke Orang Tua

Jika kamu adalah tipe orang yang tidak bisa memegang uang dan mudah tergoda, titip saja uang tabungan kamu pada orang tua. Orang tua kita biasanya lebih bagus dan rapi dalam menyimpan uang. Selain itu jika beruntung kamu juga bisa dapat bonus tambahan dari orang tua.

8. Menjual Barang Bekas

Kalau kamu punya barang yang tidak lagi digunakan dan masih layak pakai, kamu bisa jual saja dan promosikan barang-barang bekasmu di onlineshop. Selain untuk mengosongkan ruangan kamu juga mendapatkan uang dengan menjual barang bekas.

9. Kurangi Nongkrong

Kamu tidak harus setiap weekend pergi berjalan-jalan, hangout, nongkrong, dan ngopi-ngopi sama teman-teman. Sekali-kali kamu bisa tegas menolak ajakan temanmu untuk nongkrong yang tidak jelas manfaatnya. Sebaliknya kamu bisa mengundang temanmu untuk kumpul dan ngobrol di rumahmu atau melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat di rumah.

10. Kontrol Gaya Hidup

Hal yang sering dialami oleh generasi milenial yang lebih memilih membeli barang bermerek, makan di restoran keren, atau hanya sekadar ngopi di tempat yang mahal. Jika memiliki gaji yang mumpuni, mungkin ini tidaklah bermasalah. Sayangnya, selain gaji terbilang kecil, namun gaya hidup yang tidak bisa mengimbangi. Agar tidak kebobolan, sebaiknya mengontrol gaya hidup sesuaikan dengan isi kantong. Ingat, yang mahal itu bukan biaya hidup tetapi gaya hidup.

11. Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan

Tidak sedikit pula dari generasi milenial yang sudah mengatur keuangan namun tidak mencatat transaksi pengeluaran. Akibatnya adalah di pertengahan bulan dana pun sudah menipis tanpa mengetahui kemana saja uang tersebut digunakan. Anda bisa memanfaatkan berbagai aplikasi anggaran keuangan yang sudah tersedia secara gratis untuk digunakan. Aplikasi seperti ini akan sangat memudahkan untuk melacak keuangan yang keluar selama sebulan.

12. Cari Pekerjaan Sampingan

Kita tidak pernah mengetahui masalah keuangan yang akan dihadapi di masa depan. Oleh karena itu, mempersiapkan rencana lain merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Mulailah mempersiapkan hal-hal yang tidak terduga seperti penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan utama dengan menciptakan bisnis paruh waktu. Bisnis sampingan yang dimiliki mampu menjadi penopang, disaat kamu mengalami masalah keuangan seperti PHK atau penurunan pendapatan di masa depan.

13. Utang Digunakan Untuk Hal Produktif

Tidak ada salahnya berutang bila memang diperlukan. Utang dikatakan buruk bila memang digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Jadi, sah-sah saja memiliki utang dari manapun asalnya, Asalkan, ada hasil terhadap pemasukan Anda, seperti untuk keperluan usaha, barang kebutuhan pokok tahan lama yang dibutuhkan kegiatan sehari-hari, dan masih banyak lagi.

Itu dia tips dan trik mengelola keuangan bagi generasi milenial. Hal-hal di atas mungkin terasa berat  dilakukan, namun akan sangat menguntungkan nantinya. Hal yang paling  terpenting adalah niat dan disiplin. Selamat mencoba! Dzikri Mustofa – Media GCK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *