Bahaya Compulsive Buying Disorder (CBD) Menjelang Pergantian Tahun

Bahaya Compulsive Buying Disorder (CBD) Menjelang Pergantian Tahun

Oleh Dea Masruroh dan Dovy Martha Putri

Pergantian tahun dari 2021 ke 2022 tinggal menghitung hari lagi. Berbagai pemilik usaha akan berbondong-bondong menawarkan diskon dan cuci gudang, baik lewat baliho atau iklan di internet. Tidak jarang bagi masyarakat baik pria maupun wanita yang merespon positif terhadap tawaran tersebut. Akan tetapi, tidak banyak masyarakat yang mengetahui tentang Compulsive Buying Disorder (CBD). Lantas, apakah CBD itu?

Compulsive buying disorder (CBD) is operationally defined as an impulsive control disorder (Robbins & Clark, 2015) characterized by the persistent, excessive and impulsive consumerism (Müller, Mitchell & de Zwaan, 2015).

Selain itu, menurut dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, Compulsive Buying Disorder (CBD) adalah kondisi psikologi kronik atau hasrat yang berulang-ulang (kecanduan) untuk membeli barang atau jasa baik bersifat umum atau spesifik seperti perhiasan dan pakaian. Sama halnya dengan pola kecanduan lain yaitu terhadap gadget, internet, game dan lainnya, CBD juga menimbulkan dampak negatif terutama masalah finansial serta mental. Karena, seseorang yang mencapai tahap CBD akan kehilangan kontrol kapan ia akan berhenti melakukan kegiatan berbelanja dari tindakan repetitif tersebut.

Berikut merupakan ciri-ciri dari gangguan Compulsive Buying Disorder (CBD) menurut dr. Reni Utari:

  1. Sibuk belanja baju, pakaian, atau barang lain yang tidak diperlukan
  2. Menghabiskan sebagian besar waktu untuk mencari barang-barang yang diinginkan
  3. Kesulitan menahan keinginan membeli barang yang tidak dibutuhkan
  4. Mengalami masalah keuangan karena belanja yang tidak terkendali
  5. Memiliki masalah di rumah maupun tempat kerja karena perilaku kecanduan belanja

Ciri-ciri di atas adalah gambaran dari dampak yang akan ditimbulkan apabila seseorang memiliki gangguan Compulsive Buying Disorder (CBD). Meskipun seseorang telah mengetahui dampak yang timbul dari gangguan CBD, akan sangat sulit untuk memulihkan gangguan tersebut terutama pada zaman sekarang yang semakin dimanja oleh berbagai fitur untuk berbelanja.

Contoh dari fitur online yang memanjakan masyarakat dalam berbelanja adalah pinjaman online dan pay later. Kedua fitur tersebut menawarkan kemudahan dalam berbelanja tanpa memikirkan tagihan uang saat membeli barang. Hal tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang akan memanfaatkan momen diskon akhir tahun serta memenuhi hasrat dalam berbelanja.

Akan tetapi, kedua fitur tersebut dapat menjadi awal mula timbulnya gangguan Compulsive Buying Disorder (CBD) apabila dilakukan secara terus menerus. Kesehatan mental seseorang akan terganggu apabila terdapat tagihan dari pinjaman online yang menunggak, serta pay later membuat tidak stabilnya finansial seseorang karena pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Dari ciri-ciri dan kemungkinan yang dapat menimbulkan Compulsive Buying Disorder (CBD), terdapat beberapa cara untuk meminimalisir CBD terutama menjelang akhir tahun ini. Yang pertama usahakan untuk membeli barang secara cash atau debit, dengan membeli barang sesuai jumlah pemasukan maka kita akan terhindar dari sifat konsumtif yang berlebihan serta dapat menjadi warning bagi diri kita sendiri untuk menghentikan aktifitas belanja yang tidak diperlukan. Yang kedua adalah hindari penggunaan fitur-fitur belanja seperti pay later, pinjaman online, dan lain sebagainya. Apabila kita terbiasa dengan fitur-fitur tersebut, maka kita tidak dapat mengukur kemampuan finansial untuk masa yang akan datang serta akan membahayakan kesehatan diri kita sendiri.

Sumber :

Fadli, Rizal. (2019). Awas Kalap Harbolnas, Kenali Compulsive Shopping Disorder. Diakses melalui laman https://www.halodoc.com.

Kellet, S., Oxborough, P. dan Gaskell, C. (2020). Treatment of Compulsive Buying Disorder: Comparing the Effectiveness of Cognitive Behavioural Therapy with Person-Centred Experiential Counselling. Behavioural and Cognitive Psychotherapy.

Mustika, Jetti. F. (2021). ‘Compulsive Buying Disorder’ (CBD): Fatal untul Finansial dan Mental. Diakses melalui laman https://www.kumparan.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *