BANK DIGITAL

BANK DIGITAL, SOLUSI MUDAH PERBANKAN MASA DEPAN

Oleh Anis Rinanda dan Rendy Agung Firmansyah

 

Masih bertransaksi dengan cara lama? Kini hanya dengan duduk di rumah saja kita juga bisa menikmati berbagai layanan perbankan, lho. Pesatnya perkembangan teknologi internet telah merambah ke setiap layanan, termasuk perbankan. Tidak dipungkiri, setiap orang mengharapkan kemudahan termasuk dalam bertransaksi. Bank digital hadir sebagai inovasi industri perbankan untuk menjawab tuntutan zaman di era digital.

Sebenarnya beberapa tahun lalu kita juga sudah mengenal mobile banking dan internet banking sebagai bentuk layanan digital perbankan konvensional. Meskipun sekilas terlihat sama, namun bank digital dengan bank yang memiliki layanan digital berbeda, lho. Lalu apa  perbedaannya?

Menurut Rudy Hamdani, Head of Digital Business Bank OCBC NISP, bank digital merupakan jenis bisnis bank dengan kegiatan utama dilakukan melalui jaringan internet terutama menggunakan smart phone dengan kantor yang terbatas bahkan tanpa kantor fisik. Sementara bank dengan layanan digital banking tetap mempunyai kanal layanan fisik seperti kantor cabang dan mesin ATM untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang lebih kompleks. Selain itu, layanan bank digital juga mencakup seluruh layanan perbankan sedangkan bank yang memiliki layanan digital hanya melayani keperluan nasabah secara terbatas. 

Indonesia sendiri telah mengantongi regulasi tentang layanan bank digital ini, dimana tertera pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03.2018 tentang “Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital Oleh Bank Umum”. OJK juga telah menerbitkan panduan mengenai pelayanan bank digital dalam “Panduan Penyelenggaraan Digital Branch oleh Bank Umum”. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), layanan perbankan digital memungkinkan calon nasabah dan/atau nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan, dan penutupan rekening, termasuk memperoleh informasi lain dan transaksi di luar produk perbankan, antara lain nasihat keuangan (financial advisory), investasi, transaksi sistem perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) dan kebutuhan lainnya. Tujuan utama bank digital ini adalah untuk meningkatkan kinerja pelayanan nasabah dan mutu operasional perbankan. Dari sisi pengguna, adanya bank digital mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi secara mandiri (self service) yang diperlukan nasabah tanpa bergantung pada waktu operasional bank. Hal ini tentunya menjadi kebutuhan yang cukup tinggi, terlebih di masa pandemi. Bunga serta biaya administrasi bulanan juga lebih rendah dibandingkan bank konvensional. 

Beberapa deretan bank digital kini berebut memikat hati masyarakat dengan segudang fitur yang dimilikinya. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) adalah salah satu bank digital yang telah meluncurkan aplikasi keuangannya yang diberi nama Jago dan dapat diunduh (download) di App Store (Apple) dan Play Store (Android). Sebelumnya, telah lebih dulu beroperasi sejumlah bank digital, yaitu Jenius dari BTPN, Digibank dari DBS, TMRW dari UOB, D-Save dari Danamon, dan juga Permata ME dari Permata Bank.

 

Kelebihan Bank Digital

Layanan rekening online yang sangat mudah untuk diakses. Kita dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun. Selama memiliki akses internet, maka akan selalu dapat menikmati layanan bank digital. Hal ini tentunya membawa kepraktisan tersendiri, berbeda dengan bank konvensional dimana kita harus menunggu jam buka bank bila ingin mengakses perbankan secara penuh. 

Selain itu, perusahaan bank digital sudah tidak perlu lagi menyewa kantor, membayar listrik ataupun biaya lainnya, dimana hal tersebut akan berdampak pada nasabahnya. Itu artinya, bank tidak lagi memerlukan pemasukan lebih dan tidak perlu meminta banyak dari nasabahnya. Selamat tinggal pada biaya administrasi bank yang mahal, dan selamat datang imbal balik simpanan yang bisa lebih tinggi. 

Kehadiran bank digital juga memberi peluang kepada bank untuk mengembangkan pelayanannya kepada masyarakat. Hal ini didukung oleh kemudahan teknologi yang memungkinkan pengembangan fitur lebih banyak lagi. Selain itu, biaya operasional yang rendah juga dapat dialihkan pada pengembangan infrastruktur digital.

 

Kelemahan Bank Digital

Disamping berbagai kemudahan yang ditawarkan, bank digital juga memiliki kelemahan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa terkadang koneksi internet mengalami gangguan teknis yang membuat kita tidak bisa menggunakannya.

Keamanan akan data pribadi memiliki risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bank konvensional. Oleh karena itu, nasabah harus menyadari dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tentunya semua hal tersebut masih dapat kita cegah, seperti dengan cara memilih lembaga keuangan digital yang terpercaya dan berijin resmi. Selain itu, kita dapat juga menempatkan sebagian uang di sana, sisanya ditempatkan pada rekening non digital.

 

Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan layanan bank digital? Kenali kebutuhanmu terlebih dahulu sebelum memulainya, lalu tentukan apakah bank digital sesuai dengan kebutuhanmu? Dan jadilah nasabah yang cerdas serta bijak.

 

Sumber:

Digital Banking: Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya – Accurate Online

Mengenal Bank Digital, Layanan Perbankan Jaman Now! – Bahasan.ID

Ini perbedaan bank digital dan bank yang punya layanan digital banking ala OCBC NISP (kontan.co.id)

Apa Itu Bank Digital? Simak Penjelasannya! – Bisnis.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *