Produk Perempuan Lebih Mahal? Yuk Kenali Pink tax (Diskriminasi Harga Berdasarkan Gender)

Produk Perempuan Lebih Mahal?

Yuk Kenali Pink tax (Diskriminasi Harga Berdasarkan Gender)

Oleh: Ayiek Linda Melani dan Muhammad Naufal Zainul Wafa

“Adanya ketidaksetaraan gender bagi laki-laki dan perempuan merupakan isu yang sering dibahas. Mulai dari isu perempuan berkarier yang berpendapatan lebih rendah daripada laki-laki hingga adanya istilah pink tax atau sebuah fenomena yang sering dikaitkan sebagai bentuk diskriminasi harga berdasarkan gender”.

Apa Itu Pink tax?

Pink tax atau  pajak  perempuan bukan berarti pajak yang benar-benar harus dibayarkan oleh perempuan  tetapi suatu istilah yang menunjukan bahwa harga yang dibebankan kepada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki atas pembelian barang konsumsi atau jasa tertentu. Kebijakan harga tersebut menjadikan sebagian besar produk perempuan memiliki harga yang lebih mahal seperti pada produk pakaian, perawatan, mainan anak-anak dll. Sering kali kita melihat suatu produk pakaian antara laki-laki dan perempuan dalam bentuk dan fungsi yang sama tetapi memiliki harga yang berbeda seperti harga baju yang berwarna pink lebih mahal dibandingkan dengan baju yang berwarna hitam karena menghasilkan warna yang lebih feminim. Nah, hal ini merupakan contoh suatu fenomena pink tax.

Adanya diskriminasi harga ini menambah berat beban yang dihadapi oleh perempuan sehingga menyebabkan permasalahan bagi kaum perempuan dalam memenuhi kebutuhan  hidupnya. Selain adanya ketimpangan upah, pink tax juga merupakan isu yang masih saja sering terjadi hingga saat ini. Namun, masih banyak kaum perempuan yang belum menyadari bahwa produk yang mereka beli itu sudah termasuk disparatis harga berdasarkan gender.

Lalu, Apa Alasan Adanya Pink tax?

Ada beberapa alasan atas adanya ketimpangan harga antara produk perempuan dan laki-laki contohnya seperti dalam  biaya cukur rambut, biaya yang dikeluarkan oleh peempuan akan  lebih tinggi karena relatif lebih sulit. Kemudian dalam  masalah  pakaian, pada umumnya pakaian laki-laki cenderung sederhana sehingga proses pembuatannya tidak begitu rumit sedangkan perempuan memiliki pakaian dengan  model yang berbeda-beda sehingga proses pembuatannya akan lebih rumit dibandingkan dengan laki-laki. 

Alasan yang paling mendasar bagi para produsen atas produk perempuan yang lebih mahal daripada laki-laki adalah karena produk mereka mengeluarkan biaya produksi yang lebih tinggi mulai dari pembuatan produk, kemasan dan strategi pemasarannya. perbedaan harga berbasis gender ini mungkin saja dapat dikatakan sebagai strategi bisnis karena mempertimbangkan  adanya perbedaan biaya produksi ataupun pemasaran. Tapi, menurut sobat GCK apakah alasan  tersebut sudah  relavan akan adanya pink tax bagi perempuan? Atau justru hanya untuk mengubah pola pikir perempuan agar mewajarkan harga yang lebih mahal bagi produknya?

Dampak adanya Pink tax bagi Perempuan

Ada banyak penelitian yang ditemukan mengenai pink tax. Secara keseluruhan dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perempuan harus membayar lebih tinggi 42% daripada laki-laki pada saat itu. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pink tax biaya perempuan sebesar $1.351 per tahun. Coba sobat GCK pikirkan, berapa banyak biaya yang bertambah selama rentang hidup Anda? Biaya sebesar $1.351 ini pun tidak dapat dimasukan untuk dana pensiun perempuan. Dan jangan lupa, bahwa penelitian mengemukakan bahwa perempuan hidup lebih lama daripada laki-laki. Jadi perempuan memerlukan dana pensiun. 

Pada tahun 2015 Departemen Konsumen Kota New York (New York City Departement of Consumer Affairs) mengeluarkan laporan penelitian mengenai harga barang yang berbeda untuk 794 produk dari 91 merek yang dijual diseluruh kota. Penelitian berjudul “From Cradle to Cane: The Cost of Being a Female Consumer” itu menemukan bahwa rata-rata produk atau jasa untuk perempuan memiliki harga lebih tinggi 7% dibanding produk atau jasa laki-laki untuk jenis serupa atau bahkan identik. Penelitian tersebut mencatat, dari total 794 produk yang diteliti, terdapat beberapa produk yang disparitas harganya cukup significant antara produk yang dipasarkan untuk perempuan dan produk yang dipasarkan untuk laki-laki. Produk-produk tersebut antara lain: 

  • 7% lebih mahal untuk produk mainan dan aksesoris 
  • 4% lebih mahal untuk produk pakaian anak-anak 
  • 8% lebih mahal untuk produk pakaian dewasa
  • 13% lebih mahal untuk produk perawatan kesehatan senior/rumah

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah produk perempuan dan laki-laki yang sejenis dengan fungsi yang sama, namun harganya berbeda. Sebagai contoh, harga pisau cukur. Pisau cukur tanpa titanium bebas karat, tidak ada strip pelembab dan hanya memiliki pisau tunggal. Untuk laki-laki berwarna biru dan untuk perempuan berwarna pink. Hanya warna yang membedakan kedua produk tersebut, selebihnya sama persis. Namun, harga pisau cukur pink lebih mahal dibanding yang berwarna biru. Begitu pun dengan produk lain seperti pakaian, mainan, ataupun produk perawatan.

Jadi, Bagaimana untuk kita dapat berhenti membayar Pink tax?

Kontroversi pink tax ini mendorong sejumlah negara bagian AS untuk mengajukan penghapusan pajak berdasrkan gender ini, termasuk salah satunya New York. Menurut Gubernur New York Andrew Cuomo, proposal penghapusan pink tax akan menjadi agenda di tahun 2020. Dengan adanya proposal pink tax ini, maka dimungkinkan aka nada aturan mengenai larangan penetapan harga berdasarkan gender untuk produk perempuan dan produk laki-laki yang serupa. Namun sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas mengenai bagaimana seseorang dapat menghindari pink tax ini sepenuhya. Belum ada undang-undang federal yang melarang pink tax. Solusi yang dapat kita terapkan adalah dengan belanja strategis dan mengambil sikap yang lebih proaktif atau melihat sesuatu atau mengatakan sesuatu. Contoh jika kita melihat perbedaan harga yang sangat besar antara produk laki-laki dan produk perempuan, sebaiknya kita mencari dan menyelidiki merek lain. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi pembelian produk yang dipasarkan untuk perempuan dengan membeli produk yang bersifat netral gender atau unisex. Adapun untuk mengatasi masalah pink tax ini, seorang presiden pemasaran dan produk yang berkembang di Eropa, Sherry Baker mengajak para perempuan dengan memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan opini mereka mengenai pink tax dengan hastag seperti #AxThePinkTax. Nah, Sobat GCK juga bisa bergabung dengan gerakan ini karena setiap suara itu penting. Jika kita bersatu melawan pink tax, maka kita dapat menghapuskan pink tax sepenuhnya sehingga diskriminasi pada perempuan juga dapat dihilangkan. 

 

Sumber:

https://www.economica.id/2019/11/20/mengenal-pink-tax-pelemah-daya-beli-perempuan/amp/ 

https://amp.kompas.com/lifestyle/read/2018/12/14/155804420/mengenal-pink-tax-penyebab-harga-produk-perempuan-lebih-mahal

https://ultimagz.com/opini/mengenal-pink-tax

https://mucglobal.com/id/news/2199/pink-tax-diskriminasi-harga-berbasis-gender

https://www.listenmoneymatters.com/the-pink-tax

https://www.bankrate.com/finance/credit-cards/pink-tax-how-women-pay-more

 

One thought on “Produk Perempuan Lebih Mahal? Yuk Kenali Pink tax (Diskriminasi Harga Berdasarkan Gender)

  • October 16, 2021 at 11:12 pm
    Permalink

    Another thing is that when you are evaluating a good online electronics store, look for web stores that are continuously updated, preserving up-to-date with the hottest products, the most beneficial deals, and helpful information on products and services. This will ensure you are handling a shop that really stays on top of the competition and give you what you need to make intelligent, well-informed electronics buys. Thanks for the significant tips I have really learned through your blog.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *