INGIN INVESTASI YANG AMAN DAN HALAL? YUK SIMAK PENJELASAN SAHAM SYARIAH

  1. INGIN INVESTASI YANG AMAN DAN HALAL? YUK SIMAK PENJELASAN SAHAM SYARIAH!

Oleh: Kurnia Dwi Utami dan Hasna Indarti Titasari

Saat ini, investasi sudah menjadi bagian dari gaya hidup oleh sebagian orang, tidak hanya yang bermodal besar, namun juga generasi milenial yang baru mulai bekerja ataupun masih menyandang status mahasiswa. Investasi saham bisa dilakukan secara online dam pilihannya juga beragam, salah satunya investasi di saham syariah untuk mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang.

Apa pengertian dari saham syariah itu sendiri?

Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan OJK lainnya. Ada dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah, kedua adalah saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK No. 17/POJK.04/2015. Semua saham yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala.

 

Apa kriteria saham syariah?

  1. Kegiatan usahanya

Kegiatan usaha emiten atau perusahaan publik tidak bertentangan dengan syariat Islam, seperti perjudian, perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang atau jasa, pemalsuan, bank berbasis bunga, perusahaan pembiayaan berbasis bunga. Selain itu, tidak melakukan kegiatan usaha jual beli yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan judi (maisir) seperti konvensional, serta memproduksi atau berdagang barang atau jasa haram, dan transaksi suap.

  1. Rasio keuangan

Selain dilihat berdasarkan kegiatan usahanya, saham syariah juga harus memenuhi rasio keuangan syariah, yaitu total utang berbasis bunga tidak lebih dari 45% dari total aset, dan total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya tidak lebih dari 10% dari total pendapatan usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa perbedaan saham syariah dan saham konvensional?

Agar sobat GCK tidak bingung, berikut adalah tabel perbedaan antara saham syariah dan saham konvensional:

No Pembanding Saham Syariah Saham Konvensional
1. Bidang Usaha Saham syariah bergerak di bidang yang sesuai dengan syariat islam (tidak terlibat perjudian, penipuan, bank berbasis bunga). Saham perusahaan yang bergerak di semua bidang.
2. Rasio Utang Perbandingan antara total utang berbasis bunga dengan total aset yang dimiliki oleh perusahaan tidak boleh lebih dari 45%. Tidak ada batasan rasio utang terhadap aset yang dimiliki perusahaan.
3. Rasio pendapatan Rasio antara total pendapatan tidak halal tidak boleh lebih dari 10% total pendapatan utama perusahaan dan pendapatan lainnya. Tidak dibatasi.

 

 

Indeks Saham Syariah di BEI

Indeks Saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Berikut indeks saham syariah yang terdaftar dalam BEI:

  1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI merupakan indikator dari kinerja pasar saham syariah Indonesia, total ada sekitar 435 saham yang masuk di Indeks ini. Isinya adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Artinya, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI.

  1. Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 3 Juli 2000. Total ada 30 saham yang masuk di indeks ini. Isi dari indeks ini terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

  1. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)s

Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index) adalah indeks saham syariah yang diluncurkan BEI pada tanggal 17 Mei 2018. Total terdiri dari 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK. Sama seperti indeks JII, diambil 150 saham dari ISSI dengan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir, kemudian dipilih 70 saham yang rata-rata nilai transaksi harian di pasaar regulernya paling tinggi.

Tips trick investasi saham syariah

  1. Gunakan sekuritas yang memiliki SOTS

Investasi saham syariah bisa menggunakan Shariah Online Trading System (SOTS) yang merupakan sistem jual beli saham secara online yang memenuhi prinsip syariah. Dengan menggunakan SOTS, investor hanya bisa membeli saham syariah dan hanya dapat dilakukan secara tunai sehingga tidak boleh ada transaksi margin (margin trading).

Sekuritas yang memiliki SOTS:

No Sekuritas Nama SOTS Alamat Website
1. PT Indo Premier Sekuritas IPOT Syariah https://www.indopremier.com/
2. PT Mirae Asset Sekuritas HOTS Syariah https://www.miraeasset.co.id/
3. PT BNI Sekuritas e-Smart Syariah https://www.bnisekuritas.co.id/
4. PT Trimegah Sekuritas Tbk. iTrimegah Syariah https://www.trimegah.com/en/
5. PT Mandiri Sekuritas MOST Syariah https://www.most.co.id/
6. PT Panin Sekuritas Tbk. POST Syariah https://www.pans.co.id/
7. PT Phintraco Sekuritas PROFITS Syariah https://www.profits.co.id/
8. PT Sucor Sekuritas SPOT Syariah https://sucorsekuritas.com/en
9. PT FAC Sekuritas FAST Syariah https://www.facsekuritas.co.id/
10. PT MNC Sekuritas MNC Trade Syariah https://www.mncsekuritas.id/
11. PT Henan Putihrai Sekuritas HPX Syariah https://hpfinancials.co.idhps/
12. PT Philip Sekuritas Indonesia POEM Syariah https://www.poems.co.id/
13. PT RHB Sekuritas RHB Trade Smart Syariah https://rhbtradesmart.co.id/
14. PT Samuel Sekuritas STAR Syariah https://samuel.co.id/
15 PT Maybank Kim Eng Sekuritas KE Trade Syariah https://www.maybank-ke.co.id/
16. PT Kresna Sekuritas Kresna Trader Syariah https://www.kresnasecurities.com
17. PT BRI Danareksa Sekuritas D’ONE Syariah http://bridanareksasekuritas.co.id/

 

 

  1. Mulai dari modal kecil

Saat ini berinvestasi saham tidak harus dimulai dari modal besar, hanya dengan 100 ribu sobat GCK sudah bisa mulai berinvestasi. Meskipun hanya 100 ribu, jika sobat GCK melakukannya secara rutin, sobat GCK bisa jati jutawan lho.

 

  1. Analisa sebelum investasi

Sebelum memutuskan untuk membeli saham, sobat GCK perlu memahami bahwa dalam investasi terdapat prinsip high risk = high return yang berarti semakin tinggi risiko maka semakin tinggi pula imbal hasil dari investasi tersebut. Untuk mendapatkan imbal hasil yang diinginkan, sobat GCK perlu melakukan analisa baik secara fundamental (berdasarkan kinerja perusahaan) atau teknikal (berdasarkan pola pergerakan saham pada saat itu).

 

  1. Melakukan diversifikasi portofolio

Menurut Warren Buffet seorang investor yang sukses mengatakan bahwa, “ Don’t Put All Your Eggs in One Basket”. Artinya, sobat GCK jangan hanya berinvestasi pada satu saham saja melainkan berinvestasi dibeberapa saham perusahaan ataupun instrumen investasi lainnya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kerugian yang disebabkan kondisi perusahaan itu sendiri ataupun kondisi makro ekonomi.

Sumber:

https://www.cermati.com/artikel/investasi-saham-syariah-pengetahuan-umum-dan-cara-investasinya

https://www.idx.co.id/idx-syariah/produk-syariah/

https://www.idx.co.id/idx-syariah/transaksi-sesuai-syariah/

https://blog.principal.co.id/id/sama-sama-saham-lalu-apa-bedanya-yang-syariah-dengan-konvensional

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *